Beberapa makanan yang bersifat panas antara lain sejenis gorengan, daging,lemak, jahe, cabai, dan sebagainya. Sedangkan makanan seperti sayur-mayur dan buah-buahan termasuk makanan yang bersifat dingin. Sebenarnya di dalam ranah medis tidak ada istilah panas dalam, sehingga panas dalam itu sebenarnya tidak ada. Akan tetapi, tidak sedikit orang yang telanjur menganggap permasalahan yang timbul sebagai gejala panas dalam.
Panas dalam bukan tergolong jenis penyakit, melainkan masih gejala dari suatu penyakit. Kondisi tubuh yang kelelahan, gangguan sistem pencernaan, gangguan pada tenggorokan, serta ketidakseimbangan hormon, dapat ditandai oleh adanya rasa panas di dalam tubuh.
Tidak berbeda dengan badan Lesu kurang
bergairah panas dalam seringkali dikeluhkan oleh banyak orang. bibir
pecah-pecah, Sariawan, serta nyeri tenggorokan adalah gejala khasnya.
Para ahli kesehatan menyatakan bahwa istilah panas dalam sebenarnya salah kaprah.
Penyebab timbulnya Panas Dalam
Panas dalam bisa disebabkan karena
kondisi tubuh yang kekurangan vitamin C, kekurangan asupan serat,
kekurangan cairan dalam tubuh (dehidrasi), konsumsi makanan yang
bersifat panas serta berlemak seperti gorengan, dan bahkan bisa juga
karena cuaca yang panas. Gejala panas dalam bisa juga dipicu karena
faktor lingkungan dan juga faktor emosional.
Tanda dan Gejala Munculnya Panas Dalam
Gejala panas dalam yang muncul pada
setiap orang umumnya berbeda-beda, namun diantara gejala-gejala yang
dapat terjadi antara lain:
- Tenggorokan terasa panas
- Gangguan pada mulut seperti bibir pecah-pecah, sariawan, bau mulut
- Merasa haus terus menerus dan ingin banyak minum air
- Tubuh terasa lemas dan lesu (kurang bertenaga)
- Gangguan pada tenggorokan seperti batuk, sakit pada tenggorokan, dan juga tenggorokan kering
- Gangguan sistem pencernaan seperti sembelit bahkan ambeien.
- Muncul rasa sakit ketika menelan makanan atau minuman terutama pada waktu bangun tidur
- Tubuh terasa tidak fit dan sering bersin-bersin diikuti badan meriang.






0 comments:
Post a Comment